Lika-Liku Kehidupan
“Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud : 6)
Berdiri di hadapan teman-teman satu angkatan seperti ini membuat perasaan campur aduk. Harapan, doa, dukungan, cita, dan cinta ahh…..mengetuk dengan satu ketukan adanya. Semuanya telah banyak berubah. Setidaknya tidak tampak cupu seperti dahulu kala. Melihat kalian (teman-teman) semua terasa melihat sebuah cita-cita yang pernah kita ukir bersama. Tak terasa, kalian (kita) sudah terlanjur dewasa. Setidaknya tumbuh tua dengan bertambahnya usia. Di balik rupa kalian yang ayu dan tampan, tampak sebuah keinginan dan cita yang membuncah. Mesikpun malu-malu, ada beberapa diantara kita yang sudah siap jadi kepala rumah tangga, atau sebagian yang berlabel “ibuk-ibuk aktivis dakwah”, denger-denger sih, telah rela dan siap untuk dinikahi oleh seorang perjaka. Lucu memang….. Jika teringat pada empat tahun silam. Kita semua masih cupu adanya, merasa takut dengan bentakan senior yang, ahh….. sudahlah. Toh kita pun sekarang udah senior. Angkatan tertua di kampus….
Teman, lika-liku kehidupan memang tak bisa dikalkulasi dengan hitungan, ia bukan sebuah deret geometri yang bisa kita ketahui nilai pada deret ke sekiannya. Hanya yang saya tahu, ia menjadi rahasia Ilahi. Kita tak akan tahu, seperti apa nasib kita selepas dari halaman kampus ini. Pekerjaan apa yang kelak akan kita sandang, suami, istri kita siapa seperti apa bentuknya, atau tempat tinggal kita seperti apa kelak, dan semuanya. Lika-liku ini selalu menghadirkan kegelisahan demi kegelisahan Menjadi selimut kehidupan yang tidak bisa ditanggalkan.
Teman, inilah nasehat terindah bagi kita semua. Keyakinan yang mantap adalah bekal utama untuk menembus jalan berliku kehidupan. Ar Rahman yang menjadikan dunia ini sebagai negeri imtihan (ujian), telah memberikan jalan keluar terhadap problema yang dihadapi kita semua. Untuk itu wahai teman;
Berusaha dan bekerja lah. Sudah merupakan sunnatullah seseorang yang ingin mendapatkan limpahan rezeki Allah harus berusaha dan bekerja. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala : “Kalau telah ditunaikan shalat Jum’at maka bertebaranlah di muka bumi dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kalian bahagia.” (QS. Al Jumu’ah : 10) Rezeki Allah itu harus diusahakan dan dicari. Tapi, kadang-kadang karena gengsi, sombong dan harga diri seseorang enggan bekerja. Padahal mulia atau tidaknya suatu pekerjaan itu dilihat apakah pekerjaan tersebut halal atau haram.
berTaqwalah. Banyak orang melalaikan perkara ini, karena kesempitan hidup yang dialaminya. Dia mengabaikan perintah-perintah Allah, karena tidak sabar menunggu datangnya pertolongan Allah. Padahal Allah Ta’ala telah menyatakan : “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thala : 2) Yaitu ‘dari jalan yang tidak diharapkan dan diangankan-angankan,’ demikian komentar Qatadah, seorang tabi’in (Tafsir Ibnu Katsir 4/48). Lebih jelas lagi Syaikh Salim Al Hilali mengatakan bahwa Allah Yang Maha Tinggi dan Agung memberitahukan, barangsiapa yang bertaqwa kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapinya dan dia akan terbebas dari mara bahaya dunia dan akhirat serta Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Bahjatun Nadhirin 1/44).
Tawakkal. Allah berfirman : “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq : 3) Yakni ‘barangsiapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi apa yang dia inginkan,” demikian kata Imam Al Qurthubi dalam dalam Al Jami’ Ahkamul Qur’an, 8/106. Dan tidak dinamakan tawakkal bila tidak menjalani usaha. Sesungguhnya menjalani usaha merupakan bagian dari tawakkal itu sendiri. Oleh karena itu Ibnul Qoyyim mengatakan :”Tawakkal dan kecukupan (yang Allah janjikan) itu, bila tanpa menjalani asbab yang diperintahkan, merupakan kelemahan semata, sekalipun ada sedikit unsur tawakkalnya. Hal yang demikian itu merupakan tawakkal yang lemah. Maka dari itu tidak sepantasnya seorang hamba menjadikan sikap tawakkal itu lemah dan tidak berbuat dan berusaha. Seharusnya dia menjadikan tawakkal tersebut bagian dari asbab yang diperintahkan untuk dijalani, yang tidak akan sempurna makna makna tawakkal kecuali dengan itu semua.” (Zadul Ma’ad 2/315). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita dalam riwayat yang shahih : “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana burung diberi rezeki, pergi dipagi hari dalam keadaan perut kosong, (dan) pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. An Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
berSyukurlah. Syukur adalah jalan lain yang Allah berikan kepada kaum mukminin dalam menghadapi kesulitan rezeki. Dalam surat Ibrohim ayat 7 Allah berfirman : “Kalau seandainya kalian bersyukur, sungguh-sungguh Kami akan menambah untuk kalian (nikmat-Ku) dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya adzab-Ku sangat keras.” (QS. Ibrohim : 7) Oleh karena itu dengan cara bersyukur insya Allah akan mudah urusan rezeki kita. Adapun hakekat syukur adalah : “mengakui nikmat tersebut dari Dzat Yang Maha Memberi nikmat dan tidak mempergunakannya untuk selain ketaatan kepada-Nya,” begitu Al Imam Qurthubi menerangkan kepada kita (tafsir Qurthubi 9/225)
Berinfaq. Sebagian orang barangkai menyangka bagaimana mungkin berinfaq dapat mendatangkan rezeki dan karunia Allah, sebab denagn berinfaq harta kita menjadi berkurang. Ketahuilah Dzt Yang maha Memberi Rezeki telah berfirman : “Dan apa-apa yang kalian infaqkan dari sebagian harta kalian, maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba: 39)
Silaturohmi. Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang berkeinginan untuk dibentangkan rezeki baginya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturohmi.” (HR. Bukhori Muslim)
Doa. Allah memberikan senjata yang ampuh bagi muslimin berupa doa. Dengan berdoa seorang muslim insya Allah akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menuntun kita agar berdoa tatkala kita menghadapi kesulitan rezeki.
“Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.”
(HR. Ibnu Majah dan yang selainnya)


barakallahu fiyka…
semoga tak akan lari rizki Allah yang kita nanti, tak akan lari pula amal yang kita jalani, tak akan lari pula … (hanya Allah yang tau)
agak sedih juga ya akhi, m’jelang perpisahan dengan kampus…
tapi ada senang pula kita akan menjadi seorang yang diuji tanggung jawabnya…
salam buat ayah ibu antum di rumah. sepanjang kuliah, saya belum pernah ke rumah antum. antum belum pernah ke rumah saya…
kapan ini terjadi?
mas tedjo dan mas didit, mau ya gabung jadi member-nya S T A N….
Setelah Tamat Akad Nikah….
Okeeii….
Nyengir saya baca komennya pakdhe anjar, ada ajah istilah2 baru yg bikin org kpanasan
Jazakallah khoir atas artikelnya saudaraku.. Sungguh sangat mncerahkan bagi seseorg yg butuh pencerahan. Smoga Allah Ta’ala memberikan kita kekuatan tuk dpt memurnikan ketakwaan kita pdNya. Allahumma amin
oalah, ora ngejek oom…
cuma rekomendasi aja buat mas tedjo, kalo member S T A N itu banyak banget fasilitanya, diantaranya :
1. jaminan ketentraman (ar ruum : 21, Al-A’raf 189)
2. jaminan kekayaan (an nuur : 32)
dlsb
ato masih setia jadi membernya ITS (Ingin Terus Sendiri)…
Assalamu’alaikum sahabat. Wah sedang menghitung masa depan ya. Semoga sukses menyertaimu ya.
Salam hangat kebul-kebul…
>o<
ada ada ajaa…
daLam postingpun tak henti-hentinya mengikutsertakan ttg ‘hal itu’ !! dasar!!
sedih ya rasanya?
selama 4 tahun kita bersama, sapa yang suka mboLos (hehehe),sapa yang suka tidur, sapa yang suka neLat (Hehe Lagi..), sapa yang rajin (ehmm), sapa yang anak mami, sapa yang sabar, sapa yang selalu bersemangat, sapa-sapa yang lain, aahhh… betapa aku akan merindukannya…
tapi, aku tetap bahagia karena ALLAH telah memberikan kesempatan untuk sama-sama berjuang menuntut iLmu dengan kalian semua..
nikaH lagee , niKah lagee…
^_^
Salam
haiyah its all about merid ya
berusaha, bertaqwa, tawakkal, bersyukur, infaq, silaturahim, do’a. hmmm nasehat yg bagus akhi…
@pak andjar
nek member UGM opo pak?
Ayo… semoga lancar TA.. wisuda ke-99.. barengan ^^
..rabbana hablana min azwajina…*doa berlanjut dalam hati