Home > Tentang Cinta > Tanda Cinta

Tanda Cinta

Di kampus….. Pertama, Menghujamkan Pandangan Mata.

Mata adalah pintu hati, yang berarti mata juga merupakan pengungkapan kandungan hati dan penyibak rahasia-rahasianya. Dalam hal ini mata lebih mampu menyampaikan dari pada lidah. Sebab indikasinya terjadi seketika itu pula, tanpa ada pilihan lain dari pelakunya. Indikasi lidah berupa ucapan, mengikuti apa maksudnya. Sehingga tidak mengherankan jika engkau melihat pandangan orang yang sedang jatuh cinta selalu terarah kepada orang yang dicintainya, kemanapun perginya.

Kuikuti arah pandangan ke mana pun kau pergi

Tak seorang pun yang mampu menghalangi jalan yang kau lalui

Bahkan di mata orang yang mencitainya, kekasihnya itu ibarat patung dirinya

Sebagaimana kepribadiannya yang selalu ada di hatinya,

Aku heran mengapa ingatanku tertuju kepada mereka

Kuajukan pertanyaan padahal mereka ada di sisiku

Mataku mencari padahal mereka ada kehitaman mataku

Hatiku merindu padahal mereka ada di antara tulang iga

Pandangan orang yang jatuh cinta hanya tertuju kepada orang yang dicintai, sebagaimana yang telah dituturkan dalam sebuah syair,

Jika mereka menghalangi agar aku tak memandangnnya

Mataku pun tak akan sudi lagi memandang manusia

Kedua, Malu-Malu, Jika Orang Yang Dicintai Memandangnya.

Untuk itu dia hanya bisa memandang ke bawah, ke permukaan tanah, karena dia merasa sungkan kepada orang yang dicintainya, karena didorong perasaan malu dan adanya keagungan kedudukan orang yang dicintai di dalam hatinya.

Ketiga, Salah Tingkah Jika Sedang Mengunjungi Orang Yang Dicintai Atau Sedang Dikunjungi Orang Yang Dicintai. Orang yang sedang jatuh cinta jika dia berpisah dengan orang yang dicintai, maka orang yang jatuh cinta tidak mempunyai kegembiraan dan kesenangan kecuali jika bersua dengan orang yang dicintainya tersebut. Berarti berpisah dengaannya merupakan siksaan baginya.

Keempat, Kaget Dan Gemetar Tatkala Berhadapan Dengan Orang Yang Dicintai Atau Tatkala Mendengar Namanya Disebut.

Terlebih lagi jika dia melihatnya sekonyong-konyong atau tiba-tiba saja muncul di hadapannya, sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair,

Aku berpapasan dengannya secara tiba-tiba

Aku pun terhenyak tak tahu apa yang harus di kata

Aku menata jalan pikiran semenjak semula

Dan kuingat apa yang harus kulakukan jika ia tiada

Adapun penyair lainnya pun ikut menimpali,

Tatkala tiba-tiba melihat kehadirannya

Kedua kakinya gemetar tak kuasa menahannya

……… ……… ………

Ahh sudahlah…. Perasaan ini terlalu berat untuk saya kecap sendiri. Wahai Rabb, pahamkan bagi ia yang sedang berpura-pura.

Aku bercermin dari sebagian kitab Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

Categories: Tentang Cinta
  1. February 4, 2009 at 8:26 am | #1

    ckckck…bener-bener pengalaman pribadi kayaknya…
    wis tho oom… gek ndang cepet tho… :P

    ssttt….

    Bukti Cinta :
    datang ke rumah bapaknya…
    dst..dst..dst.. (ngerti dewe lah… :mrgreen: )

    ke rumah yang mana, dan bapaknya sapa. juga belum tahu pakdhe…hehehe

  2. February 4, 2009 at 10:33 am | #2

    Tulisan yang menarik. Terima kasih sudah berbagi informasi. Jika ingin tahu lebih banyak lagi tentang Cinta, silakan baca artikel Butir-Butir Cinta di blog saya. Salam kenal, sobat.

    Lex dePraxis
    Romantic Renaissance

    salam kenal balik jua wahai sahabat….

  3. blackveil
    February 4, 2009 at 11:31 am | #3

    waa… kayakna da yg lagi fallin’ in loph niy hehe..

    hayoo…
    “Katakanlah bagi mukmin (laki-laki) hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. Demikian itu lebih bersih bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.”
    “Katakanlah kepada mukmin perempuan, hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka…”
    (Q.S. An-Nur 24: 30-31).

    udah, sgera nikah aja akhy hehe.. Insya Allah pandangan akan lebih terjaga lho.. (*pengalaman pribadi niy ^_^)

    iya…insya Allah…. :D

  4. February 4, 2009 at 2:26 pm | #4

    bismillah…..
    akhi…aquulu lak…syukron jazeelan atas tazkirah akhi melalui postingan kali ini…

    kiranya Allah berikan kita perasaan yang sentiasa boleh tertambat kepadaNya…

    Ya Allah hadiahkanlah rasa cinta kepadaMu, dan kecintaan orang yang mencintaiMu…., dan tunjukkanlah kami segala amalan yang dapat mendekatkan kami kepada kecintaanMu…
    amien ya Robbal ‘aalamien…

  5. dim
    February 4, 2009 at 9:00 pm | #5

    Aku dah baca kitab Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Bagus&bermanfaat. Apalagi Bab 26 :)

  6. February 5, 2009 at 11:11 am | #6

    mantap… :D

  7. February 6, 2009 at 1:23 am | #7

    Akhuna fillah yang baik, dialog antara mata dan hati kapan…???

    kapan-kapan saja akhi…
    Tugas Akhir dulu….

    insya Allah antum jadi pakar cinta, nanti…dan semoga istri antum bangga – bahagia punya suami yang romantis seperti antum. he…

    he mayak..

  8. February 6, 2009 at 9:13 am | #8

    masih pencet wae to akhi…

  9. February 6, 2009 at 1:36 pm | #9

    jaddaaa ‘ajiiiiib guru! ^L^

  10. February 7, 2009 at 9:26 am | #10

    Adapun penyair lainnya pun ikut menimpali,

    Tatkala tiba-tiba melihat kehadirannya

    Kedua kakinya gemetar tak kuasa menahannya

    penyair Lain atau penyair tejo?? ;D

    bro..bro..katanya mau garap TA, eh yang diposting maLah cinta!

  11. February 9, 2009 at 10:29 am | #11

    cinta itu bisa juga buat orang senyam – senyum ga jelas lho mas tejo..!

    salam kenal dari kulo… ^_^

    cinta juga bisa bermula dari senyuman seseorang lho akhy…..

  12. February 11, 2009 at 12:32 pm | #12

    baru berkunjung lagi…
    ternyata postingannya soalan ini..
    hee..
    fahamlah diriku…
    kalau lagi ngegarap TA yang kebayang adalah masa depan..
    masa depan..masa depan..masa depan…masa depannya apa???

  13. February 13, 2009 at 7:50 am | #13

    Assalamu’alaykum
    Buku lainnya ad dawa’ ad da’wa

    bagus juga loh..,

    kunjungan perdana
    shofiyah

    wa’alaykumsalam warahmatullah….
    eh… pinjam dong mbak. :D

    Sambutan perdana untuk mbak shofiyah.
    berkunjung lagi yah.

  14. February 14, 2009 at 8:43 am | #14

    eh.. mbak sofi muncul juga disini…
    ahlan wasahlan mbak…

  15. Nu
    February 14, 2009 at 1:38 pm | #15

    ntar TAnya penuh cinta… haghaghag… :mrgreen:

    cepetan nikah akhi… jiwa romantismu bisa disampaikan dengan halal insyaAllah… barokallohu fik

  16. February 14, 2009 at 3:55 pm | #16

    kunjungan kedua..,
    boleh aja seh..,
    tapi pripun caranya?

  17. February 16, 2009 at 8:50 am | #17

    raudhatul muhibbin..?
    wew, keknya kerentz tuh
    udah banyak ilmu akhi…
    segera aplikasikan… hehehe :)

  18. dalila sadida
    February 18, 2009 at 5:08 am | #18

    ^_^

  19. February 18, 2009 at 2:42 pm | #19

    Assalamualaikum.
    Pripun mas bagus, sugeng?

    wa’alaykumsalam warahmatullah….

    alhamdulillah sugeng kang.

    Kok ga diapdet lg blognya?

    sik, golek inspirasi.hehehe

  20. February 19, 2009 at 12:10 pm | #20

    assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

    hem…
    lagi2 topiknya ya… :P

  21. February 21, 2009 at 7:49 pm | #21

    bener-bener mahabbah tedja yo…

    tedjo sing bener2 mahabbah.

  22. February 25, 2009 at 8:56 pm | #22

    ikutan baca-baca, menambah wawasan

  23. February 28, 2009 at 7:02 am | #23

    wuik arek iki…
    tetep ae…….wekekekkekekkk
    tetep maknyus tulisane

  24. mioariefiansyah
    May 2, 2009 at 8:57 pm | #24

    jadi teringat dosa2 hiks

    untung sudah menikah=)

  25. September 9, 2009 at 4:41 am | #25

    sabar..akh… sabar :P

  26. September 12, 2009 at 11:37 am | #26

    duhai sahabatku, betapa banyak orang yang ngaku cinta kepada Allah and RasulNya, tapi hatinya tak gemetar tatkala di dengar di sebut namanya dan tidak mena’atinya. Ulama salaf pernah mengatakan ” sesungguhnya pencinta terhadap yang di cintainya adalah mena’atinya “

  1. No trackbacks yet.