Wahai Adikku Sayang, Jauhilah Pacaran July 24, 2008
Posted by mahabbahtedja in catatan.trackback
Beberapa hari yang lalu saya sempatkan pulang kampung,. Hanya ingin sekedar bertemu orang tua, adik, dan sanak keluarga lainnya. Melepas rindu yang semakin menyesakkan dada, Menyambung dan menjaga silaturahim……
Kepulangan kali ini terasa sangat aneh, saya harus menghabiskan waktu sekitar 1 minggu lebih dirumah. Perbuatan yang jarang saya lakukan, yaaaa kira-kira klo pulang kampung 1- 2 harian.
Hemhh..hhhh, rasa was-was dan khawatir bersemayam di benak saya ketika saya memperhatikan adik perempuan saya yang sudah beranjak remaja. Usianya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, merupakan usia yang rentan dan penuh masa transisi. Arus lingkungan yang negatif senantiasa siap menghempaskanya kapan pun dia berada. Salah satunya ”pacaran”. Hal itulah yang menjadi kekhawatiran saya, termasuk bapak dan bunda dirumah. Penulis juga pernah duduk di bangku SMP, dan SMA, secara tidak langsung paham lah bagaiman arus-arus negatif yang mereka angap positif itu membabi buta kapan pun. Baik narkoba, pacaran, seks bebas, geng-gengan, dll. Na’udzu Billahi Min Dzalik
Wahai adikku sayang,
”kenapa sih kita dilarang pacaran?? Tahu ga’?? beritahu Mas donk klo tahu??” Seperti itulah pembicaraan yang saya awali ketika curhat kepada adikku beberapa hari yang lalu. Dengan kalem dan agak malu-malu, si adikku menjawab dengan jawaban ini dan itu, singkat dan jelas.
Alhamdulillah dengan jawaban yang ia lontarkan, sedikit tenang hati ini. Tapi tetap saja kekhawatiran itu semakin menyusup kedalam. Sedikit demi sedikit, tapi pasti saya coba memberi nasehat semampu saya.
Kebanyakan orang, sebelum melangsungkan pernikahan biasanya berpacaran terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan masing-masing individu, atau masa penjajagan atau dianggap sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya. Upzzz, ingat hukum yang berdasarkan dari ”KEBANYAKAN ORANG” ini tidak bisa jadikan patokan lho.
Truzzz, anggapan orang-orang yang ga berilmu neh, menurut mereka ” dengan berpacaran kita akan lebih banyak belajar dan tahu. Dan klo tanpa pacaran ? Ibarat membeli kucing dalam karung!! Bila suka dan serius bisa diteruskan ke pelaminan bila tidak ya……cukup sampai disini..bye-bye!!, Mudahkan?”
SUNGGUH PERSEPSI YANG SALAH KAPRAH
Dengan adanya anggapan seperti ini, maka akan melahirkan paradigma di masyarakat bahwa masa pacaran adalah hal yang lumrah dan wajar, bahkan merupakan kebutuhan bagi orang-orang yang hendak memasuki jenjang pernikahan. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang SALAH DAN KELIRU, MENYESATKAN.
Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berdua-duaan antara dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh, yang sudah jelas semuanya HARAM hukumnya menurut syari’at Islam. TIDAK BOLEH. KLO NEKAT DILAKUKAN, DOSA.
Bila memang kita tanya semua wanita (yang sedang beranjak dewasa) maka akan melihat ‘pacaran’ ini dengan sejuta nilai positif. Jadi, jangan merasa aneh bila kita dapati mereka merasa malu dengan kawannya karena belum punya pacar !!
Duh,..kasihan sekali ya pendapat seperti itu…..
…hmmm…sungguh sangat picik sekali pendapat seperti itu.
Wahai adikku!!!! ketahuilah dampak buruk dari berpacaran ini.
Mari kita telaah bersama dengan lebih dalam.
Berdasarkan fakta yang ada, bila sampeyan mau menengok sekilas ke surat kabar, tetangga sebelah atau lingkungan sekitar , siapa sebenarnya yang banyak menjadi korban ‘keganasan’ dari pacaran ini?
Wanita bukan??..
Bila sampeyan setuju dengan Mas,
Alhamdulillah berarti hati anda sedikit terbuka.
Ya,… coba lihat akibat dari berpacaran ini. Awalnya memang hanya bertemu, ngobrol bareng, telpon, smsan, pinjem-pinjeman buku, bersenda gurau, ketawa ketiwi, lalu setelah itu??
Tentu saja setan akan terus berperan aktif, dia akan meninggalkan keturunan Adam ini setelah terjerumus dalam dosa atau maksiat.
Pernahkah sampeyan, mendengar teman atau tetangga sampeyan hamil di luar nikah? Suatu klinik illegal untuk praktek aborsi penuh dengan kaum wanita yang ingin menggugurkan kandungannya? Atau pernahkah sampeyan membaca berita ada seorang wanita belia yang nekat bunuh diri minum racun serangga karena baru saja di putuskan oleh kekasihnya??
Sadarkah kita, bahwa sebenarnya kaum wanitalah yang banyak dieksploitasi dari ajang pacaran ini?
Wahai adikku yang sangat saya sayangi……
Sungguh, islam telah memuliakan wanita dan menghormati kedudukan mereka.
Allah ’azza wa jalla berfriman dalam al-Qur’an;
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra 32)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita, melainkan si wanita itu bersama mahramnya” [Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari 1862 dan Muslim 4/104 atau 1341 dan lafadz ini dari riwayat Muslim dari shahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma]
Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (khalwat) dengan seorang perempuan, karena pihak ketiga adalah syaithan” (Al Hadits)
Untuk kaum laki-laki pun islam melarang mereka menyentuh wanita yang bukan mahramnya coba simak hadits ini
“Sungguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan besi panas
lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR.Thabrani, dalam Mu’jamul Kabir)
Wahai adikku tersayang, ketahuilah. Cinta yang dibungkus dengan pacaran, pada hakikatnya hanyalah NAFSU SYAHWAT BELAKA, bukan kasih sayang yang sesungguhnya, bukan rasa cinta yang sebenarnya, dan dia tidak akan mengalami ketenangan karena dia berada dalam perbuatan dosa dan kungkungan nafsu, adapun manisnya perbuatan dan indahnya perkataan dalam pacaran, pada dasarnya hanyalah rayuan-rayuan belaka yang kosong dan hampa, yang mengandalkan permainkan kata-kata Untuk itu, hati-hatilah wahai adikku, dekatkan diri pada Allah, dan berdoalah hanya kepadaNya, minta perlinduganNya. Dan jauhi pacaran sesat ini.
Nah, jelas bukan mengapa islam melarang pacaran??
Bila memang seorang laki-laki ingin serius menjalin hubungan dengan seorang wanita, maka islam telah menyediakan sarananya, yaitu menikah. Karena islam Bukanlah agama yang kaku, maka islam menganjurkan kepada masing-masing pihak untuk saling berkenalan (ta’aruf) (upss, masalaah ta’aruf bias di lihat di artikel “aku datang untuk melamarmu, saying”). Tentu saja tidak berduaan lho, harus ada pihak ketiganya. Setelah itu? Ya,.selamat bertanya tentang biografi calon pasangan sampeyan, apabila kurang jelas, masih kurang yakin. Islam menganjurkan mereka untuk shalat istikharah agar diberikan pilihan yang mantap yang nantinya insya Allah akan berakibat baik bagi dunia dan akhirat kedua belah pihak. Setelah mantap dan yakin akan pilihannya, kuatkan azzam (tekad), dan Bismillah…menikah..!! Indah bukan??
Sekarang….fokus di sekolahnya ae ya. Ayo, kita berlomba untuk bahagiakan ayah dan bunda dirumah. Membuat hantinya senantiasa tersenyum dengan beranjaknya kedewasan kita, janganlah kita sakiti mereka berdua..sepakat ya!!!! Deal….Deal.
Klo pengen pacaran, setelah menikah ae. Tapi nanti, selesaikan sekolah dulu. Tapi mas dulu yang nikah, sampeyan belakangan ae ya??? 
Tidak dosa dan malah bernilai ibadah. ….
hmmmmhhhh….
mau-mau-mau



















Klo pengen pacaran, setelah menikah ae. Tapi nanti, selesaikan sekolah dulu. Tapi mas dulu yang nikah, sampeyan belakangan ae ya???
Tidak dosa dan malah bernilai ibadah. ….
hmmmmhhhh….
mau-mau-mau
—+++—+++—
Sebuah ekspresi yang menunjukkan betapa sangat keinginan menikah pada hatimu saudaraku…
Doa kami untuk kita semua, semoga bagi yang pernah pacaran kenangan dan memori-nya dihapuskan dengan kehadiran istri yang menyejukkan pandangannya…kelak!
jazakallahu khairan akhi.
nggih, semoga urusan kita senantiasa dimudahkan.
assakaamu’alaykum
smoga dimudahkan, akh…
untuk adeknya jg…
walaikumsalam warahmatullah…
amiiin…
yaaa, demi kebaikan adik mestinya kakaknya rela donk dilangkahin
hehehe..
salam kenal
wassalamu’alaykum
hehehe…untuk yang satu ini, siapa cepat dia dapat.
salam kenal juga.
Tapi, apa benar ini ceritanya adik akhi Bagus sendiri?
Benar juga, saya liat kemarin dia sudah mirip seperti anak SMA…
Tetap memantau dan mengajaknya ke jalan salafy, akhi.
Usahakan dia segera memakai jilbab…
Dia sudah baligh bukan?
Tetap istiqomah.
Saya juga demikian pada ibu saya.
Beliau masih belum berjilbab…
insyaallah akhi,
semoga keluarga kita, kelak mendapat hidayahNya.
memahamkan nilai-nilai Islami pada keluarga, pengkondisian keluarga sejak dini,
sungguh menjadi dambaan saya untuk memiliki keluarga yang senantiasa “teduh” dan “meneduhkan hati”.
semoga kita yang sedikit tahu tentang agama ini, dapat memberi manfaat pada keluarga kita khususnya.
barakallah akhi.
assalaamu’alaykum,
*acung telunjuk,
tanya,pak!
emg kal0 ngelangkahin kakak,d0sa y?
walaikumsalam warahmatullah…
tidak ada dosa untuk urusan seperti ini.
hmmm….tapi si kakak harus duluan nih.
siapa cepat dia dapat.
assalaamu’alaykum
semoga dimudahkan jika begitu…
walaikumsalam warahmatullah…
amiiin.
yup
dan pacaranlah setelah menikah
assalammualaikum,
Ibarat suatu makalah ilmiah, maka pacaran itu…
Tujuannya tidak jelas, pengambilan sampel dibatasi hanya kebaikan-kebaikan saja, metodologinya hanya wawancara dengan hanya satu sumber saja dengan penuh subjektivitas, maka bagaimana bisa diambil kesimpulan yang benar kalau penelitiannnya kacau begini…..
Dan bersyukurlah, tatkala rindu keluarga jarak masih bisa ditempuh untuk pulang, jadi tidak ada salahnya berlama-lama dirumah….
walaikumsalam warahmatullah…..
yup…anti benar sekali.
sesungguhnya kebaikan-kebaikan yang ditampakkannya adalah kebaikan semu, yang muaranya untuk memenuhi hasrat dan nafsu belaka.
alhamdulillah…… bener nih jauhilah pacaran……….
palink nikmat setelah menikah deh……
yuppp…
paling nikmat tuh. malah bernilai ibadah….
inilah yang membedakan antara yang haq dan yang bathil
andai semua anak muda memahami maksud ini, semua hal2 yang bersifat melanggar pasti tidak akan terjadi.
semoga dengan artikel ini, pintu hati mereka kan terketuk mas.
amin…
syukurlah.. untuk aq masih ngejomblo… hehehehe..
semoga ngejomblo terus ya…hihihihihi
Setuju…
!!!
mas ini maunya gitu tho,,ndakik,,,hehe
emang butuh kesabaran untuk mendekati si adik ya
hehehe…
yup, titip doanya ya…
hhmmm….
tulisan smpean dah jwb prtnyaanku pas d tlpon kmrn..
“dlm islam tuh blh pcrn g si mas?”
ok…ok… stuju dg alsn yg dkmukakan.sgt logis… :p
trnyta masku yg 1 ni udh pgn bgt nikah y.. he3.. yawda wis, krn dlu ak srg blg yg nikah hrs ak dlu, tp krn kliatannya smpean bnr2 udh pgn bgt nikh, smpean ta’ bri ksmptn lbh dlu aj. monggo…. he3…
slm y bwt dik ayu d rmh… ^_^
ehem….
alhamdulillah….
yuk, saling mendoakan ya.
salam kenal juga deh….
jazakillah khair….
ini sedikit berbeda dengan ceritaku !!
aku sich sbenarnye pengen pacaran Tapi ampe karang masih tetep jomblo, mungkin Allah masih sayang ama aku supaya gak banyak dosa kali yaa !! atau mungkin emang gue gak laku yaa ???
hiks hiks hiks
hihihihi…
ya insyaallah laku kok.
bisa jadi Allah mengijinkan antum pacaran setelah menikah kelak.
islam adalah agama yang berkembang menurut zamnya..islam adalah agama sepanjang zaman sebuah ayat berkembang menurut zamannya..dalam menyikapi pehaman isam dimuai dari diri..
islam merupakan dien yang sempurna. menjawab semua permasalahan manusia. sejak di dalam kandungan maupun sampai tiada. baik yang nampak maupun yang ghaib. apa yang di tanyakan pasti terjawab dengan wahyu Ilahi. berbeda dengan peraturan yang dibuat oleh manusia (mengandalkan sisi perasaannya yang serba terbatas) serta agama-agama lain.
“dan kami turunkan kepadamu al-Quran untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (QS.an-Nahl :89)
dari al-Irbadh bin Sariyah radhiallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
Sungguh aku tinggalakan kepadamau Dien yang jelas, malamnya seperti siang, tidaklah orang yang berpaling darinya setelah aku meninggal dunia melainkan pasti hancur. (HR.Ahmad 43. Dishihihkan oleh al-Albani dalam silsilah Shohihah 937)
termasuk pacaran (hubungan dengan lain jenis), agama yang mulia ini pun telah menjelaskan dengan mulia nan baik.
barakallahu fiik
kadang agak susah… kita memberikan pemahaman jika.. kondisi yang ada memang mengarah ke arah yang sebaliknya (melawan hukum-hukum Allah adalah salah satu dari gejala modernisasi).. so… mungkin sebaiknya orang tua juga dilibatkan untuk mengkondisikan sang adik agar juga pendapat “tidak pacaran” sebelum menikah.
Keep trying… berdakwah… memang sebaiknya dari yang terdekat. Semangat ya….
na’am
orang tua memang harus menjadi peran utama dalam hal ini. memang klo bisa harus mengkondisikan hal-hal seperti ini sejak kecil. (menjadi madrasah pertama bagi sang buah hati)
jazakillah khair
Menikah tanpa pacaran lebih dulu masih dianggap aneh oleh banyak orang. Pacaran masih dianggap banyak orang sebagai proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Islam bukannya mengharamkan proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Islam bahkan mensyariatkan pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Akan tetapi, proses pengenalan itu dilakukan melalui proses yang lazim disebut taaruf, bukannya melalui pacaran. Taaruf Dulu Baru Menikah menjabarkan proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum pernikahan.Taaruf dulu sebelum menikah, ini judul buku terbaru dari ustad abu umar basyier
Assalam,
Semoga Allah selalu membukakan jalan untukmu akhi.
semangat yaa!!!Sang bidadari pasti sdh menunggumu di “nowhere” and “notime”, silakan jemput dia secepatnya!oke!!!!(^_^)
Hidup pacaran setelah menikah……..
mslh ku jg sama,,
punya adik cewek yg udah menginjak masa remaja,, dy skg kelas 2 SMP,,
Was-was juga ya klo adik kita mpe terjerumus ke arah yg gak baik,,
Aku taw bgt gmn kehidupan ank SMP yg baru mengenal cinta,, Klo tnpa perlindungan yg extra bs2 mereka terjerums,,
Aku selalu berdoa semoga Allah selalu melindungi adikku dr hal2 yg dilarang,, Aminn
assalaamu’alaikum,,,
wah,,artikelnya b’manfaat sekali,,,
pacaram bis nikah????
boleh juga tuh,,,
wassalaam,,,