Berjuang ke Jenjang Lebih Tinggi

bursa kerja ITS 18
Euforia wisuda ke 99 telah usai. Kesibukan demi kesibukan mulai mewarnai hari-hari kami di Wisma 22 A, Dekanat, serta jalanan kampus. Mondar mandir menyiapkan segala sesuatu. Mulai dari legalisir ijazah, transkrip, curriculum vitae, serta beberapa surat lamaran kerja. Kami memang bukan mahasiswa lagi. Atau tepatnya, seorang temanku menjuluki kami adalah “Kuli Intelektual.”
Agenda besar telah dihelat oleh kampus kami, Bursa Karir ITS 18; 14-15 Oktober kemarin. Yang kelak [insya Allah] akan mengantarkan kami menjadi kaum yang siap bertebaran di muka bumi, mengais rejeki dan nikmatNya. Dan adalah sunnatullah seseorang yang ingin mendapatkan limpahan rezeki Allah haruslah berusaha dan bekerja keras.
Ya Allah, demi sebuah binaan mungil [keluarga] yang Engkau penuhi dengan ridhaMu, maka mudahkanlah jalan dan usaha kami semua. Read more…
4 Tahun

Alhamdulillah
[11 Oktober 2009, Pagi hari] Jemputan mobilpun datang. Berangkat ramai-ramai. Ada Bapak, Ibu, dan Adik-Adikku. Semua ikut. Sedang para wisudawan dan wisudawatipun telah berbaris rapi. Jumlah lulusan tahun ini 3099 dari semua program. Mulai dari Program D3 sampai Program Doktor. Saya ada di barisan Sarjana, bersama dengan 1456 Sarjana lainnya. Hari ini teramat istimewa.
Alhamdulillah….
Mudah-mudahan, amanah ini [ilmu] tak hanya untuk kepentingan duniawi.
Bukan Sandiwara Seorang Keponakan

gundu
Masih dengan tema belajar dan bermain bersama Dimas. Keponakanku, ngajinya sih sekarang sampai jilid 2. Terik matahari tak menyurutkan semangat mainnya. Berguling-gulingan dengan si Lupus, kucing kesayangannya yang setia menungguinya bermain. Meski tak jarang si Lupus dapat perlakukan yang TERLALU istimewa dari Dimas. Kadang dilempar-lempar ke atas, dipukul, dicuci, diperas, diancam, dikasih makan dedaunan >.< atau dicuekin. *kasian kali kau kucing.
Dan sembari memanggil namanya, ku hampiri Dimas yang sedang mencekik si Lupus. [*Dimas terkekeh-kekeh, sedang si Lupus megap-megap minta napas]. Read more…
O

AABBO
Ow, jawabku singkat saat ditanya oleh bapak2 peng-interview mengenai golongan darah. Aneh, saya bukan melamar untuk posisi dokter atau bidang2 kesehatan lainnya. Kenapa kok ditanya golongan darah? Pertanyaan beliau sedikit mengusik perhatian saya. Emang bener ya? Golongan darah itu bisa menggambarkan karakter seseorang? Ato golongan darah itu bisa menggambarkan etos kerja dan hubungan sosial seseorang? -_-‘
Saya jadi teringat dengan salah seorang sahabat baik yang pernah mem-posting sebuah artikel yang berjudul “Apakah Karakter Seseorang Bisa Dibaca Dari Golongan Darahnya?” di sini.
Jadi, klo menurut ilmuwan dari Jepang sono. Orang yang mempunyai golongan darah O, karakter orang tersebut seperti ini: Read more…



Recent Comments