jump to navigation

STOOOOP!!!! Tuh liat, lampunya merah menyala….. :p May 18, 2009

Posted by mahabbahtedja in nasehat.
4 comments

bang Jo (abang ijo)

bang Jo (abang ijo)

Berikut, saya antarkan sebuah nasehat mulia dari Syaikh Ibnu Baz rahimahullah. Dalam suatu kesempatan mulia, beliau ditanya tentang bagaimana agama islam memandang pelanggaran-pelanggaran lalu lintas, misalnya melanggar lampu lalu lintas yang sedang menyala. Pelanggaran-pelanggaran ini memang sering kita jumpai di jalanan-jalanan negeri ini, bahkan tanpa sadar kita sering melakukannya. Terlebih jika si pengendara sedang terburu-buru. ( seperti hari-hari yang telah lalu. Ngebut ya Om, sebab waktu kajian pagi itu telah bergulir lebih dari sekitar 30 menit yang lalu, wes telat iki mangkane ngebut ben ga’ telat :p). Atas ijin Allah, Semoga nasehat beliau membuat hati kita senantiasa lapang dalam berkendara. Insya Allah. Berikut nasehat beliau ;

Seorang Muslim tidak boleh melanggar aturan-aturan negara dalam tata tertib lalu lintas karena hal itu bisa menimbulkan bahaya yang besar terhadap dirinya dan orang lain. (more…)

Ulama, Siapakah Ia? May 2, 2009

Posted by mahabbahtedja in catatan.
9 comments

“…..seorang ulama tidak harus berjubah panjang, bersorban, atau berhias jenggot putih nan panjang. Namun Mahasiswa biasa bisa disebut sebagai ulama. Tidak harus berjenggot yang kian memutih dan berhias sorban……..” kalimat tersebut keluar dari salah satu bibir mahasiswa yang sedang memberikan mukoddimah dalam suatu Kajian Jurusan di Ruang Utama Masjid Manarul ‘Ilmi –Mesjid-e Arek ITS-

saya coba menginterpretasikan kalimat tersebut “Mahasiswapun bisa disebut sebagai Ulama” apa iyaaaaa?

Saya coba tengok diri saya sendiri, kemudian menengok mereka, mereka, dan mereka…… Mencoba menelanjangi mereka dengan pertanyaan “inikah Ulama?” Hmm…..Sungguh kalimat tersebut perlu diluruskan, biar tampak mana yang haq dan mana yang jahil.

Abdus Salam bin Barjas rahimahullah mengatakan: “Orang yang pantas untuk disebut sebagai orang alim jumlahnya sangat sedikit sekali dan tidak berlebihan kalau kita mengatakan jarang. (more…)

Maaf, Kisah Cinta ini bukan untuk Saudari… March 18, 2009

Posted by mahabbahtedja in pojok muslimah.
29 comments

kembang tak hanya setaman

kembang tak hanya setaman

Eh…..bagi para pembaca jangan protes mulu ya? (judulnya menjebak)


Ini tentang sosok  wanita yang maaf mungkin sulit untuk mendapat jodoh. Seperti apakah ia,  simaklah….. semoga bermanfaat.


Wanita Lancang Dan Sok Ngatur

Setiap laki selalu merindukan seorang pendamping hidup shalihah, taat beragama dan tunduk kepada Allah dan RasulNya, mau diatur dalam beragama dan bersedia mengikuti bimbingan suami. Dan setiap kaum laki-laki benci terhadap wanita yang sok kuasa, sok ngatur suami dan mau menang sendiri. Bahkan suami sering kali dianggap tidak ada. Tidak mengajak musyawarah dan tidak melibatkan suaminya dalam mengatur masalah rumah tangga. Bahkan ia melakukan segala urusan tanpa meminta pendapat dan pertimbangan suami, sehngga sang suami ibarat patung, tidak mempunyai peran dalam mengambil keputusan dan kebijakan rumah tangga. Maka fungsi kepemimpinan laki-laki lenyap ditelan sang istri yang sok berkuasa. Padahal Allah berfirman: “kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagaian yang lain (wanita). Dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An Nisa 4:34)

Wanita Yang Senang Membuat Keruh Suasana

Sosok wanita seperti ini selalu senang membuat suasana keruh dan hubungan orang lain retak. Ia sangat puas apabila telah melihat orang lain hidup berantakan dan hidup dalam situasi kacau balau. Dia selalu curiga, berprasangka buruk dan tidak nyaman kalau menyasiakan suasana damai dan tenang. Sehingga, apapun ucapan dan perbuatan seseorang, selalu ditafsirkan buruk sesuai dengan hawa nafsunya. Ia tidak pernah berpikir positif dan tidak bersikap obyektif.

Wanita Pintar Bersilat Lidah, Berorasi, Dan Berbasa-Basi

Dialah sosok yang banyak bicara, pinter bersiat lidah, pandai (more…)

Lika-Liku Kehidupan March 3, 2009

Posted by mahabbahtedja in catatan.
11 comments

“Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud : 6)

Berdiri di hadapan teman-teman satu angkatan seperti ini membuat perasaan campur aduk. Harapan, doa, dukungan, cita, dan cinta ahh…..mengetuk dengan satu ketukan adanya. Semuanya telah banyak berubah. Setidaknya tidak tampak cupu seperti dahulu kala. Melihat kalian (teman-teman) semua terasa melihat sebuah cita-cita yang pernah kita ukir bersama. Tak terasa, kalian (kita) sudah terlanjur dewasa. Setidaknya tumbuh tua dengan bertambahnya usia. Di balik rupa kalian yang ayu dan tampan, tampak sebuah keinginan dan cita yang membuncah. Mesikpun malu-malu, ada beberapa diantara kita yang sudah siap jadi kepala rumah tangga, atau sebagian yang berlabel “ibuk-ibuk aktivis dakwah”, denger-denger sih, telah rela dan siap untuk dinikahi oleh seorang perjaka. Lucu memang….. Jika teringat pada empat tahun silam. Kita semua masih cupu adanya, merasa takut dengan bentakan senior yang, ahh….. sudahlah. Toh kita pun sekarang udah senior. Angkatan tertua di kampus…. (more…)

Tanda Cinta February 4, 2009

Posted by mahabbahtedja in tentang cinta.
24 comments

Di kampus….. Pertama, Menghujamkan Pandangan Mata.

Mata adalah pintu hati, yang berarti mata juga merupakan pengungkapan kandungan hati dan penyibak rahasia-rahasianya. Dalam hal ini mata lebih mampu menyampaikan dari pada lidah. Sebab indikasinya terjadi seketika itu pula, tanpa ada pilihan lain dari pelakunya. Indikasi lidah berupa ucapan, mengikuti apa maksudnya. Sehingga tidak mengherankan jika engkau melihat pandangan orang yang sedang jatuh cinta selalu terarah kepada orang yang dicintainya, kemanapun perginya.

Kuikuti arah pandangan ke mana pun kau pergi

Tak seorang pun yang mampu menghalangi jalan yang kau lalui

Bahkan di mata orang yang mencitainya, kekasihnya itu ibarat patung dirinya

Sebagaimana kepribadiannya yang selalu ada di hatinya,

Aku heran mengapa ingatanku tertuju kepada mereka

Kuajukan pertanyaan padahal mereka ada di sisiku

Mataku mencari padahal mereka ada kehitaman mataku

Hatiku merindu padahal mereka ada di antara tulang iga

Pandangan orang yang jatuh cinta hanya tertuju kepada orang yang dicintai, sebagaimana yang telah dituturkan dalam sebuah syair,

Jika mereka menghalangi agar aku tak memandangnnya

Mataku pun tak akan sudi lagi memandang manusia

Kedua, Malu-Malu, Jika Orang Yang Dicintai Memandangnya.

Untuk itu dia hanya bisa memandang ke bawah, ke permukaan tanah, karena dia merasa sungkan kepada orang yang dicintainya, karena didorong perasaan malu dan adanya keagungan kedudukan orang yang dicintai di dalam hatinya.

Ketiga, Salah Tingkah Jika Sedang Mengunjungi Orang Yang Dicintai Atau Sedang Dikunjungi Orang Yang Dicintai. Orang yang sedang jatuh cinta jika dia berpisah dengan orang yang dicintai, maka orang yang jatuh cinta tidak mempunyai kegembiraan dan kesenangan kecuali jika bersua dengan orang yang dicintainya tersebut. Berarti berpisah dengaannya merupakan siksaan baginya.

Keempat, Kaget Dan Gemetar Tatkala Berhadapan Dengan Orang Yang Dicintai Atau Tatkala Mendengar Namanya Disebut.

Terlebih lagi jika dia melihatnya sekonyong-konyong atau tiba-tiba saja muncul di hadapannya, sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair,

Aku berpapasan dengannya secara tiba-tiba

Aku pun terhenyak tak tahu apa yang harus di kata

Aku menata jalan pikiran semenjak semula

Dan kuingat apa yang harus kulakukan jika ia tiada

Adapun penyair lainnya pun ikut menimpali,

Tatkala tiba-tiba melihat kehadirannya

Kedua kakinya gemetar tak kuasa menahannya

……… ……… ………

Ahh sudahlah…. Perasaan ini terlalu berat untuk saya kecap sendiri. Wahai Rabb, pahamkan bagi ia yang sedang berpura-pura.

Aku bercermin dari sebagian kitab Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.